Selasa, 10 April 2012

Dioda

Dioda sebagaimana dijelaskan merupakan salah satu komponen dasar elektronika. Dioda adalah komponen elektronika dengan dua terminal yang bersifat sebagai konduktor satu arah. Kedua terminal itu adalah katoda dan anoda. Katoda merupakan terminal negatif, sedangkan anoda merupakan terminal positif. Dalam banyak pembahasan, ada tiga jenis dioda yang paling banyak digunakan yaitu dioda pn, dioda zener, dan LED.

PENGENALAN DIODA PN


Setelah kita  mempelajari tipe p dan tipe n di sini, sekarang kita menghubungkannya dengan dioda. Katoda (terminal negatif) merupakan terminal tipe n, sedangkan anoda (terminal positif) merupakan terminal tipe p. Ingat kembali bahwa simpangan pn akan terkonduksi bila tipe n (katoda) lebih negatif daripada tipe p (anoda). Berdasar hal tersebut, dioda akan terkonduksi jika
  1. Arah panah (lihat gambar ) menunjuk ke potensial yang lebih negatif sehingga dioda terkonduksi. Sebaliknya, dioda tidak akan terkonduksi bila arah panah menunjuk ke potensial yang lebih positif
  2. Beda potensial antara anoda dan katoda lebih besar dari barrier potential (potensial penghalang) diode yang untuk behan Silikon bernilai 0,7 V dan untuk Germanium bernilai 0,3 V
Dioda dalam keadaan terkonduksi dinamakan dalam keadaan Forward bias. Sebaliknya, ketika tidak terkonduksi dia dinamakan dalam keadaan Reverse bias.

ZENER

Phenomena tegangan breakdown dioda ini mengilhami pembuatan komponen elektronika lainnya yang dinamakan zener. Sebenarnya tidak ada perbedaan sruktur dasar dari zener, melainkan mirip dengan dioda. Tetapi dengan memberi jumlah doping yang lebih banyak pada sambungan P dan N, ternyata tegangan breakdown dioda bisa makin cepat tercapai. Jika pada dioda biasanya baru terjadi breakdown pada tegangan ratusan volt, pada zener bisa terjadi pada angka puluhan dan satuan volt. Di datasheet ada zener yang memiliki tegangan Vz sebesar 1.5 volt, 3.5 volt dan sebagainya.
 
Simbol Zener


Ini adalah karakteristik zener yang unik. Jika dioda bekerja pada bias maju maka zener biasanya berguna pada bias negatif (reverse bias).


LED

LED adalah singkatan dari Light Emiting Dioda, merupakan komponen yang dapat mengeluarkan emisi cahaya.LED merupakan produk temuan lain setelah dioda. Strukturnya juga sama dengan dioda, tetapi belakangan ditemukan bahwa elektron yang menerjang sambungan P-N juga melepaskan energi berupa energi panas dan energi cahaya. LED dibuat agar lebih efisien jika mengeluarkan cahaya. Untuk mendapatkna emisi cahaya pada semikonduktor, doping yang pakai adalah galium, arsenic dan phosporus. Jenis doping yang berbeda menghasilkan warna cahaya yang berbeda pula.

Simbol LED
                                         
                                                                   


Pada saat ini warna-warna cahaya LED yang banyak ada adalah warna merah, kuning dan hijau.LED berwarna biru sangat langka. Pada dasarnya semua warna bisa dihasilkan, namun akan menjadi sangat mahal dan tidak efisien. Dalam memilih LED selain warna, perlu diperhatikan tegangan kerja, arus maksimum dan disipasi daya-nya. Rumah (chasing) LED dan bentuknya juga bermacam-macam, ada yang persegi empat, bulat dan lonjong.

0 komentar:

Poskan Komentar